Pengaruh modernisasi dan waternisasi bagi remaja

Awalnya saya mengira waternisasi itu merupakan pengairan, tetap Westernisasi merupakan sebuah arus besar yg mempunyai jangkauan politik sosial kultural dan teknologi yang mewarnai kehidupan bangsa-bangsa dengan cara menggusur kepribadian dan karakteristik suatu bangsa melalui kebudayaan peradaban barat. Westernisasi ini kebudayaan yang sudah mendominasi bangsa Indonesia. Dengan kebudayaan modernisasi yang ditawarkan dalam kehidupan masyarakatnya.
Kebudayaan kebarat-baratan ini datang dengan membawa dampak yang luar biasa dalam berbagai bidang dan berakibat kepada seluruh kalangan dari anak kecil hingga orang dewasa. Kebudayaan ini sudah sangat meracuni tingkah serta gaya hidup orang Indonesia.
Dalam bidang pendidikan, pendidikan sudah mulai mengacu ada sistem barat. Dampaknya hanya menghasilkan keterampilan dasar saja tanpa memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi. Seperti pelacuran, seks, narkoba, minum-minuman keras dan sebagainya.
Dalam bidang Hak Asasi Manusia, terutama pada perempuan di Indonesia. Banyaknya perda syariat (Kompas, 27/08) yang mewajibkan muslimah menutup aurat. Namun, menutup aurat merupakan bentuk kekerasan terhadap perempuan tetapi memaksa mereka telanjang (dengan melarang perda syariat—penutupan aurat muslimah) merupakan bentuk pembelaan terhadap perempuan.
Dalam bidang kesehatan, para ahli medis seperti dokter, perawat, dkk mulai mengkampanyekan vaksin sebagai obat untuk penyembuhan pasien dari suatu penyakit.
Tidak hanya itu, orang Indonesia lebih suka memakai produk yang terbuat dan bermerek dari luar negeri. Seperti pakaian, barang yang berlisensi dari luar negeri, dsb. Memang benar produk luar negeri lebih bagus dan berkualitas dibanding produk dari Indonesia. Lihat saja, batik saja sekarang jarang yang menggunakannya. Memang batik adalah pakaian yang terkesan kurang modern, terlihat formal dan konteks penggunanya lebih ke orang dewasa dan tertentu. Seperti guru, dosen dan orang-orang yang memiliki kesibukan pekerjaan. Tidak ada kesadaran yang membuat orang Indonesia untuk mengenakan batik, tetapi harus ada perintah atau aturan terlebih dahulu yang mengharuskan memakai batik. Terutama kalangan muda banyak yang lebih suka memakai pakaian dari luar negeri seperti jeans, dsb. Mereka lebih suka berpakaian ala gaul dan modis agar mereka terkesan gaul dan menarik. Selain pakaian, banyak juga produk lain yang terbuat dari luar negeri seperti kosmetik, makanan, alat-alat rumah tangga, dsb.
Pola tingkah laku juga sangat jelas tergambar di kehidupan orang Indonesia. Pada kalangan remaja, sebagian dari kalangan muda di Indonesia senang dan hobi pergi ke diskotik. Selain untuk menghilangkan rasa penat, secara tidak langsung mereka mengadopsi kebiasaan orang barat yang suka mengunjungi hiburan malam. Minuman keras dengan berbagai merk luar negeri, sebagian orang Indonesia gemar meminumnya. Minuman tersebut mengandung alkohol dan kurang bagus untuk kesehatan.
Lunturnya kecintaan dan pelunturan kebudayaan Indonesia. Hal ini sangat memperhatinkan dan seharusnya lebih diperhatikan. Lihat saja banyak kalangan muda Indonesia yang lebih suka belajar dan mengekspresikan diri lewat tari modern yang dinamakan dance, cheerleader, ataupun break dance untuk para cowok. Mereka lebih suka melakukan kegiatan ekspresi diri tersebut hingga menekuninya daripada melakukan tari tradisional yang nota bene tari jawa atau tarian yang berasal dari suatu daerah di Indonesia. Belum tentu, generasi muda bisa melakukan tarian tradisional dari Indonesia. Di SMP atau SMA di Indonesia sudah banyak yang menyelenggarakan tari modern ini sebagai ekstrakulikuler. Bagaimana bisa orang Indonesia mencintai budaya sendiri jika mereka juga mencampur dan perlahan mengganti kebudayaan sendiri dengan kebudayaan barat ?
Hal ini mungkin kurang disadari dan diperhatikan.

Yang sudah melekat dan menonjol yaitu pada bidang musik. Pada tahun 2010 ini sudah sangat melekat aliran musik yang bernama POP. Aliran musik ini dijadikan sebagai ajang ekspresi diri yang paling kuat. Coba kita flash back ke belakang, terlihat sekali perbedaan yang sangat signifikan. Musik POP benar-benar membuat orang Indonesia khususnya kaum muda memiliki ketertarikan yang besar sehingga dalam kurun waktu tertentu, banyak tercipta karya yang bagus dan terkenal. Tapi dengan berkembangnya jenis musik ini, musik asli Indonesia seperti keroncong, musik jawa, campur sari sudah tak ada peminatnya lagi.
Banyak orang Indonesia ingin dan bercita-cita pergi ke luar negeri. Hal tersebut tidak salah. Tetapi sebelum pergi ke luar negeri untuk jalan-jalan atau sekedar shopping, alangkah baiknya sebelum ingin pergi ke luar negeri kita peri keliling Indonesia terlebih dahulu. Mengunjungi tempat-tempat dan mengenal kebudayaan di berbagai daerah.
Selain itu, lagu khas Indonesia dari masing-masing daerah juga tidak lagi diminati tak seperti jaman dulu. Melalui pengaruh westernisasi dan perkembangan jaman, lagu tradisional di Indonesia sudah mulai digantikan dengan lagu barat yang bertema modern. Justru lagu tersebut semakin lama semakin diminati terutama oleh kaum muda Indonesia.
Masih banyak sikap-sikap westernisasi lainnya yang telah salah kaprah diambil oleh bangsa Indonesia. Apabila hal ini sudah menyebar dan menjadi nadi bangsa Indonesia, lama kelamaan kebiasaan dan kebudayaan asli khas Indonesia yang menjadi ciri bangsa Indonesia menjadi hilang.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s