Materi UAS Telaah Kurikulum Dan Pengembangan Kurikulum Matematika Pendidikan Dasar

Telaah Kurikulum Dan Pengembangan Kurikulum Matematika Pendidikan Dasar
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
(KTSP)
Landasan Pengembangan KTSP
– Undang-undang Republik Indonesia
– Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
– Permendiknas
Pengertian
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. (SNP Pasal 1 ayat 15)
KTSP dikembangkan oleh:
 Setiap kelompok/satuan pendidikan
 Komite sekolah/Madrasah
Di Bawah Koordinasi dan Supervisi
 Kemendikbud/Kemenag Kabupaten/Kota untuk Pendidikan Dasar
 Kemendikbud/Kemenag Provinsi untuk Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Pedoman Pengembangan KTSP
 Standar Isi
 Standar Kompetensi Lulusan
 Panduan dari BSNP
Prinsip Pengembangan KTSP
 Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
 Beragam dan terpadu
 Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
 Relevan dengan kebutuhan kehidupan
 Menyeluruh dan berkesinambungan
 Belajar sepanjang hayat
 Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Komponen KTSP
A. Visi dan Misi
B. Tujuan Pendidikan Satuan Pendidikan
C. Menyusun Kalender Pendidikan
D. Sturktur Muatan KTSP
E. Silabus
F. RPP
Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
 Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
 Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mendiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
 Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
Struktur Muatan KTSP
 Mata pelajaran
 Muatan lokal
 Kegiatan pengembangan diri
 Pengaturan beban belajar
 Kenaikan kelas, penjurusan, dan kelulusan
 Pendidikan kecakapan hidup
 Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global
Mekanisme Penyusunan KTSP
1. Pembentukan tim kerja
2. Penyusunan draft
3. Revisi dan finalisasi
Pelaksanaan Penyusunan KTSP
Analisis Konteks:
 Analisis potensi dan kekuatan/kelemahan yang ada di sekolah: peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, biaya, dan program-program yang ada di sekolah
 Analisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar: komite sekolah, dewan pendidikan, dinas pendidikan, asosiasi profesi, dunia industri dan dunia kerja, sumber daya alam, dan sosial budaya.
 Mengidentifikasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan sebagai acuan dalam penyusunan KTSP
Pengesahan KTSP
 Dokumen KTSP SD, SMP, SMA, dan SMK dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah serta diketahui oleh komite sekolah dan dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.
 Dokumen KTSP MI, MTs, MA, dan MAK dinyatakan berlaku oleh kepala madrasah serta diketahui oleh komite madrasah dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama.
 Dokumen KTSP SDLB, SMPLB, dan SMALB dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah serta diketahui oleh komite sekolah dan dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.
Diskusi Kelas
 Apa Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum?
Hasil Diskusi
 Sebagai implementer, berperan mengaplikasikan kurikulum yg sdh ada.
 Sebagai adaptor, sebagai penyelaras kurikulum sesuai dg kebutuhan siswa dan daerahnya.
 Guru harus membuat rencana pembelajaran
 Guru sebagai pengelola
 Menerapkan kurikulum dlm mengembangkan materi pokok pembelajaran
 Mendesain kegiatan pembelajaran
 Mengembangkan bahan ajar
 Merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar
 Mengembangkan kurikulum sesuai dengan SK dan KD
 Penerjemah kurikulum
 Penghubung kurikulum dengan keadaan siswa
 Guru sebagai peneliti
Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum
 Mengolah dan meramu kembali kurikulum dari pusat untuk disajikan di kelasnya.
 Menilai implementasi kurikulum dalam lingkup yang lebih luas.
 Guru berperan sebagai pelajar dalam masyarakatnya.
 Menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi murid-muridnya.
Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
 Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi
 Kegiatan belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik.
 Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
Pemilihan Kegiatan Pembelajaran Mempertimbangkan hal-hal berikut
 Memberikan peluang bagi siswa untuk mencari, mengolah, dan menemukan sendiri pengetahuan di bawah bimbingan guru.
 Mencerminkan ciri khas dalam pengembangan kemampuan mata pelajaran.
 Disesuaikan dengan kemampuan siswa, sumber belajar, dan sarana yang tersedia.
 Bervariasi dengan mengombinasikan kegiatan individu, berpasangan, kelompok, dan klasikal.
 Memerhatikan pelayanan terhadap perbedaan individual siswa, seperti bakat, minat, kemampuan, latar belakang keluarga, sosial-ekonomi, dan budaya.
Contoh Aktivitas Siswa
Dua klub sepakbola, Persebaya Surabaya dan Sriwijaya FC, bertanding pada pertandingan sepakbola. Setelah permainan selesai, pelatih Persebaya Surabaya berkata, “Kita memperoleh persentase penggemar yang lebih besar pada pertandingan ini dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya.”
“Saya tidak berpikir begitu,” kata striker Persebaya Surabaya. “Saya kira, kali ini mereka hanya lebih ribut karena kita menang.”
Tentukan apakah pelatih atau striker yang benar!
Pada pertandingan sebelumnya, ada 1.350 penonton dengan 450 adalah penggemar Persebaya. Hari ini, ada 500 orang penggemar Persebaya di mana total penonton adalah 1.600 orang.
Merumuskan Indikator
 Guru harus mampu menjabarkan kompetensi dasar ke dalam indikator kompetensi, yang siap dijadikan pedoman pembelajaran dan acuan penilaian.
 Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Pengertian
 RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standai Isi dan dijabarkan dalam silabus (Kunandar, 2007).
 RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus (Mulyasa, 2008).
Perbedaan dengan Silabus
Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, RPP adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan guru untuk setiap pertemuan.
Tujuan RPP
 Mempermudah, memperlancar, dan meningkatkan hasil proses belajar mengajar.
 Guru mampu melihat, mengamati, menganalisis, dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis dan terencana.
Fungsi RPP
 Sebagai acuan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar lebih terarah dan berjalan secara efektif dan efisien
Komponen-komponen RPP
 Identitas mata pelajaran
 Standar kompetensi dan kompetensi dasar
 Indikator
 Tujuan pembelajaran
 Materi pembelajaran
 Metode pembelajaran
 Strategi atau skenario pembelajaran
 Sarana dan sumber belajar
 Penilaian dan tindak lanjut
Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan
 Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan.
 Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun masyarakat.
 Dalam lingkungan keluarga, interaksi pendidikan terjadi antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. Pendidikan tersebut tidak memiliki kurikulum formal dan tertulis.
 Pendidikan dalam lingkungan sekolah lebih bersifat formal. Guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan secara formal dalam lembaga pendidikan guru. Dalam lingkungan sekolah telah ada kurikulum formal yang bersifat tertulis.
 Dalam lingkungan masyarakat pun terjadi berbagai bentuk interaksi pendidikan, dari yang formal seperti kursus, sampai dengan yang kurang formal seperti ceramah.
Kelebihan pendidikan formal dibandingkan dengan pendidikan informal dalam lingkungan keluarga:
1. Pendidikan formal di sekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas, tidak hanya moral, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan.
2. Pendidikan di sekolah dapat memberikan pengetahuan yang lebih tinggi, luas, dan mendalam.
3. Pendidikan di sekolah dilaksanakan secara berencana, sistematis, dan lebih disadari karena memiliki kurikulum tertulis.
4. Kurikulum formal dan tertulis merupakan ciri utama pendidikan di sekolah di mana kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah. Hal itu berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran.
5. Bagaimana bentuk pelaksanaan suatu pendidikan atau pengajaran di sekolah yang tidak memiliki kurikulum?
6. Setiap praktik pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan tertentu, baik berkenaan dengan penguasaan pengetahuan, pengembangan pribadi, kemampuan sosial, ataupun kemampuan bekerja. Untuk menyampaikan bahan ajar ataupun mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan metode penyampaian serta alat-alat bantu tertentu. Untuk menilai hasil dan proses pendidikan, juga diperlukan cara-cara dan alat-alat tertentu pula. Keempat hal tersebut, yaitu tujuan, bahan ajar, metode-alat, dan penilaian merupakan komponen kurikulum.
7. Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.
8. Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan, memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup, dan urutan isi, serta proses pendidikan.
9. Kurikulum juga merupakan suatu bidang studi, yang ditekuni oleh para ahli kurikulum, yang menjadi sumber konsep-konsep bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan.

Kurikulum dan Teori-teori Pendidikan
Pendidikan Klasik
 Kurikulum pendidikan klasik lebih menekankan isi pendidikan, yang diambil dari disiplin-disiplin ilmu, disusun oleh para ahli tanpa mengikutsertakan guru-guru apalagi siswa. Isi disusun secara logis, sistematis, dan berstruktur dengan berpusatkan pada segi intelektual. Guru mempunyai peran yang sangat besar dan lebih dominan. Dalam pengajaran, ia menentukan isi, metode, dan evaluasi.
Pendidikan Pribadi
 Kurikulum pendidikan pribadi lebih menekankan pada proses pengembangan kemampuan siswa. Materi ajar dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Pengembangan kurikulum dilakukan guru-guru dengan melibatkan siswa. Tidak ada suatu kurikulum standar, yang ada adalah kurikulum minimal yang dalam implementasinya dikembangkan bersama siswa. Isi dan proses pembelajarannya selalu berubah sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa
Pendidikan Teknologi
 Kurikulum pendidikan teknologi menekankan kompetensi praktis. materi disiplin ilmu dipelajari dan termasuk dalam kurikulum apabila hal itu mendukung penguasaan kemampuan-kemampuan tersebut. penyusunan kurikulum dilakukan para ahli dan atau guru-guru yang mempunyai kemampuan mengembangkan kurikulum. Perangkat kurikulum cukup lengkap mulai dari struktur dan sebaran mata pelajaran sampai rincian bahan ajar yang dipelajari oleh siswa.
Pendidikan Interaksional
 Kurikulum pendidikan interaksional menekankan baik pada isi maupun proses pendidikan sekaligus. Isi pendidikan terdiri atas problem-problem nyata yang aktual yang dihadapi dalam kehidupan di masyarakat. Proses pendidikannya berbentuk kegiatan belajar kelompok yang mengutamakan kerja sama. Kegiatan penilaian dilakukan untuk hasil maupun proses belajar. Guru-guru melakukan kegiatan penilaian sepanjang kegiatan belajar.
Teori Kurikulum
Konsep Kurikulum
 Pertama, kurikulum sebagai suatu substansi, dipandang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah, atau sebagai perangkat tujuan yang ingin dicapai.
 Kedua, kurikulum sebagai suatu sistem, yang mencakup struktur personalia, dan prosedur kerja bagaimana cara menyusun suatu kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, dan menyempurnakannya.
 Ketiga, kurikulum sebagai suatu bidang studi, yang merupakan kajian para ahli kurikulum serta ahli pendidikan dan pengajaran. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaaan, mereka menemukan hal-hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum.
Para Ahli Teori Kurikulum Dituntut untuk:
1. Mengembangkan definisi-definisi deskriptif dan preskriptif dari istilah-istilah teknis.
2. Mengadakan klasifikasi tentang pengetahuan yang telah ada dalam pengetahuan-pengetahuan baru.
3. Melakukan penelitian inferensial dan prediktif.
4. Mengembangkan sub-sub teori kurikulum.
Perkembangan Teori Kurikulum
 Secara definitif, perkembangan kurikulum berawal dari hasil karya Franklin Bobbit tahun 1918 yang dipandang sebagai ahli kurikulum yang pertama.
 Menurut Bobbit, inti teori kurikulum yaitu kehidupan manusia.
 Pada tahun 1947 di Universitas Chicago, berlangsung diskusi besar pertama tentang teori kurikulum.
Sumber Pengembangan Kurikulum
 kehidupan dan pekerjaan orang dewasa.
 unsur kebudayaan.
 anak
 Pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu.
 Kekuasaan sosial politik.
Beauchamp mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum:
 Dimulai dengan perumusan rangkaian kejadian yang dicakupnya.
 Mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumber-sumber pangkal tolaknya.
 Menjelaskan karakteristik dari desain kurikulum.
 Menggambarkan proses-proses penentuan kurikulumnya serta interaksi di antara proses tersebut.
 Menyiapkan diri bagi proses penyempurnaannya.
Pretest
1. Bagaimana kedudukan kurikulum dalam pendidikan?
2. Bagaimana kurikulum pada pendidikan klasik?
3. Bagaimana kurikulum pada pendidikan interaksional?
4. apa saja yang harus dilakukan oleh para ahli kurikulum?
5. Jelaskan bagaimana perkembangan teori kurikulum?
Posttest
1. Bagaimana kedudukan kurikulum dalam pendidikan?
2. Bagaimana kurikulum pada pendidikan klasik?
3. Bagaimana kurikulum pada pendidikan interaksional?
4. apa saja yang harus dilakukan oleh para ahli kurikulum?
5. Jelaskan bagaimana perkembangan teori kurikulum?

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s