Retweet by tantrikotak

Hari ke 27 puasa ditahun ini. Aku bangun tidur jam setengah delapan, lebih cepat dari biasanya. Tidur pagi seperti ini sudah menjadi kebiasaanku. Biasanya sehabis sahur, aku ngetweet dulu sambil menanti adzan subuh. Setelah shalat subuh, aku pun tidur.

Hari ini aku berencana mau hunting baju baru dan accecoris motor di Amuntai dengan teman akrab ku, Alfi. Ia adalah teman seperjuangan ku. Kami selalu satu kelas sejak TK hingga lulus MAN, kecuali saat kelas X, terpisah. Hingga sekarang kami kuliah di Banjarmasin, aku dan dia tinggal satu kamar.

Kami lebih memilih Amuntai karena jarak kota ini dengan rumah ku hanya 14 KM. Tak seperti kalau ke Tanjung, jaraknya mencapai 30 KM. Kami juga lebih mengenal kota Amuntai daripada kota Tanjung, padahal Tanjung itu ibukota kabupaten kami. Jari-jari jam di dinding sudah menunjuk mendekati angka sepuluh. Aku mengambil kunci Jupiter MX, aku turunkan kendaraan dari dalam rumah, aku kendarai sampai rumah Alfi. Ternyata Alfi baru selesai mandi, ia masih tanpa baju, hanya saja ada sehelai kolor yang menutupi tubuhnya. Aku ngobrol dengannya, ia menurunkan Mio Soul ke halaman, katanya mau ngisi pulsa dulu. Aku pulang saja kerumah. Ambil laptop, duduk di teras, nyalain wifi dari Android ku, ngetweet.

Aku buka twitter.com, pelototin timelin, tak ada yang istimewa, sama seperti biasanya saja, banyak celotehan orang-orang yang tidak aku kenal, tak kenal akrab. Aku kemudian menengok apakah ada mention orang untuk aku. Ternyata ada beberapa. Aku balas satu persatu, hanya mereplynya. Aku kembali lagi ke timeline. Ternyata kak Tantri ada menulis tweet.

“Yang sudah beli, upload foto km sama cd nya trs mention ke @kotakband_ nanti bakalan saya RT :))”

Sayang banged sih, saat ini aku masih liburan di kampung, tentu disini tidak ada toko CD original, kalaupun ada, pasti belum ada album KOTAK ENERGI REPACKAGE terbaru ini. Satu menit kemudian kak Tantri menulis tweet lagi.

“Btw dari 4 lagu baru di album energi repackage yang paling kamu suka lagu yang mana? Kasih alasan yaπŸ™‚ ”

Aku pun langsung mereply tweet sang vokalis tadi.

@tantrikotak Aku paling suka lagu Tendangan Dari Langit, karena lagu itu membuat hidupku lebih bersemangat.

Dan sungguh tak aku sangka, mentions ku ternyata tidak dicueki begitu saja. Mention di retweet oleh @tantrikotak.

Mention di retweet oleh @tantrikotak

Mention di retweet oleh @tantrikotak

Tweet ku itu merupakan tweet pertama yang di RT olehnya, setelah 2 menit yang lalu ia menghiasi timeline ku pukul 10:46. Aku sangat senang.

Aku sangat senang

Dan aku sangat senang. Mungkin sih kesenangan ku ini agak lebay, tapi biarlah, nang nanggung malunya kan aku, bukan ortu ku, dan juga bukan kamu. Hahaa…..

Β 

Retweet by tantrikotak

Tak lama setelah RT tantrikotak tadi, laptop ku udah gak tahan untuk hidup, ia udah sekarat, saatnya aku baca surat yaasin supaya kematiannya tenang #LOL. Baterai laptop ku tergolong sangat boros, kira-kira hanya mampu bertahan satu jam, itu pun dengan tingkat kecerahan layar paling minim. Ya sudahlah, aku turn off laptop, aku turn off wifi. Aku mau melanjutnya twitteran lewat Tweetcaster saja, aplikasi di ponsel Android ku. Menurut ku, aplikasi ini sangat mudah untuk digunakan, simple dan tweet locationsnya bisa diaktifkan tanpa harus mengaktifkan GPS.

Tak berlangsung lama, Alfi datang menjemputku. Aku ambil jaket antispy agar tak kepanasan, walaupun kenyataannya tetap juga terasa panas. Kami berangkat menuju Amuntai, Alfi memintaku untuk mengendarai motornya. 2 Km dari rumah ku sudah ada sedikit kemacetan, ada apa lagi ini? Tanya ku dalam hati. Ternyata lagi-lagi polisi melakukan rajia. Sesuatu yang sering dilakukan polisi Amuntai. Mungkin karena sebentar lagi akan lebaran, mereka setiap hari mengadakan rajia, atau mungkin juga supaya bisa mendapat uang tambahan dari hasil rajia. I don’t know…. kali ini aku selamat lagi, aku tidak diperiksa oleh polisi, sama seperti beberapa hari yang lalu. Kenapa yah? Mungkin karena aku terlihat ganteng, atau aku terlhat jelek, atau mungkin aku tidak terlihat oleh mereka?

Dua puluh menit waktu yang biasa diperlukan agar sampai di Amuntai. Kami tidak pergi ke pasar, tapi hanya sampai di seberang Taman Putri Junjung Buih. Disana ada butik dan bengkel. Aku beli baju. Alfi beli monel dan mengganti rem kendaraannya. urusan selesai, saatnya pulang. Sampai rumah, shalat dan tidur.

Heriadi Al Hifni

Pugaan, 27 Agustus 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s