Materi Final Kewirausahaan

Wirausahawan adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi, ia memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Ciri Kewirausahaan
•Mempunyai kepribadian yang kuat
•Memiliki sikap mental wirausaha
•Memiliki kepekaan terhadap arti lingkungan
•Memiliki ketrampilan wiraswasta
•Memiliki kemampuan untuk mencari informasi

Menurut Jenni S. Bev ada sepuluh unsur kepribadian sukses yang berkaitan dengan kewirausahaan ini meliputi:
1.Keberanian untuk berinisiatif
2.Tepat waktu
3.Senang melayani dan memberi
4.Membuka diri terlebih dahulu
5.Senang bekerjasama dan membina hubungan baik
6.Senang mempelajari hal-hal baru
7.Jarang mengeluh
8.Berani menanggung resiko
9.Berpikir positif
10.Menjadi diri sendiri

Sedang menurut Meredith dalam Suprobo Pusposutardjo (1999), memberikan ciri-ciri wirausaha (entrepenuer) sebagai orang yang:
•Percaya diri
•Berorientasi tugas dan hasil
•Berani mengambil resiko
•Berjiwa kepemimpinan
•Berorientasi ke depan
•Keorisinilan

Kompetensi yang harus dimiliki wirausaha untuk menjadi sukses meliputi:
•Ilmu pengetahuan
•Keterampilan
•Kualitas individu

Kewirausahaan di Sekolah
•Kepribadian,
•Peluang,
•Keuangan, dan
•Sumber daya yang ada di lingkungan sekolah.

Jadi, jika ingin sukses dalam mengembangkan program kewirausahaan di sekolah, maka kepala sekolah, tenaga kependidikan baik guru maupun non guru dan peserta didik harus bisa secara bersama memahami dan mengembangkan sikap kewirausahaan sesuai dengan tugas masing-masing.
Keterampilan yang harus dimiliki wirausaha:
•Managerial skill
•Conceptual skill
•Human skill
•Decision making skill
•Time managerial skill

Kemampuan kreatif dan inovatif seorang wirausaha tercermin dalam:
1.Kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up)
2.Kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative)
3.Kemampuan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity)
4.Kemampuan dan keberanian untuk menanggung resiko (risk bearing)
5.Kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya
6.Kemauan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:

Studi kelayakan usaha secara umum dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut :
•Tahap Penemuan Ide
•Memformulasikan Tujuan
•Tahap Analisis
•Tahap Keputusan

Kekuatan Usaha Kecil
•Memiliki kebebasan untuk bertindak
•Fleksibel
•Tidak mudah goncang

Kelemahan Usaha Kecil
•Aspek kelemahan struktural
•Aspek kelemahan kultural

Permasalahan Internal UKM
•Kurangnya permodalan dan terbatasnya akses pembiayaan
•Rendahnya kualitas SDM
•Lemahnya jaringan usaha dan kemampuan penetrasi pasar
•Lemahnya mentalitas pengusaha UKM
•Kurangnya transparansi

Permasalahan Eksternal
•Iklim Usaha Belum Sepenuhnya Kondusif
•Terbatasnya Sarana dan Prasarana Usaha
•Pungutan Liar
•Implikasi Otonomi Daerah
•Implikasi Perdagangan Bebas
•Sifat Produk dengan Ketahanan Pendek
•Terbatasnya Akses Pasar
•Terbatasnya Akses Informasi

Pengertian Semangat Berwirausaha
Menurut para ahli :
•Alex S. Niti Semito
•Alexander Leighten
•Bedjo Siswanto
Jadi dapat disimpulkan bahwa semangat kerja adalah suatu sikap kejiwaan yang dimiliki oleh wirausaha untuk bekerja lebih giat dengan mencurahkan segala kemampuan yang dimiliki sehingga dapat menjalankan dan mencapai tujuan usaha secara optimal.
Dengan dilandasi oleh semangat kerja dalam menjalankan usahanya akan diperoleh beberapa kebaikan yaitu
•1. Pekerjaan lebih cepat diselesaikan
•2. Kerusakan dapat dikurangi
•3. Absen dan perpindahan karyawan dapat diperkecil
•4. Tercapai efisiensi kerja

Ciri orang yang bersemangat yang menonjol adalah
•Tidak mengenal lelah
•Pantang menyerah
•Rela berkorban
•Mencurahkan perhatian penuh
•Bersedia mengeluarkan potensi yang dimiliki

Semangat wirausaha ditentukan oleh:
•Faktor dari dalam diri seseorang yang merupakan dorongan jiwa untuk melakukan kegiatan.
•Faktor dari luar diri seseorang yang dapat memengaruhi untuk melakukan kegiatan.

Beberapa hal yang berpengaruh dan dapat menimbulkan semangat wirausaha adalah:
•Percaya diri
•Motivasi
•Kreatifitas dan inovatif
•Kualitas produk
•Pencatatan yang baik dan rapi
Menurut Mickael Porter, ada 5 kekuatan yang menentukan dasar dan tehnik kompetisi dalam sebuah bisnis / industri yaitu :
1. Kekuatan menawar pembeli
2. Ancaman penggantian barang / jasa
3. Kekuatan menawar penjual
4. Persaingan yang diantara para pesaing
5. Ancaman pesaing baru.

Inovasi berasal dari bahasa inggris yaitu innovation, yang artinya segala hal yang baru atau pembaruan.
Faktor-faktor inovasi yang dapat mempengaruhi semangat kerja wirausaha di sini adalah:
a. Kesempatan untuk memperoleh keuntungan
b. Minat dan keinginan wirausaha sendiri untuk berwirausaha
c. Kesempatan untuk menjadi “BOS”
d. Kebebasan di dalam manajemen usaha.

Ada beberapa cara melakukan inovasi produk, tehnologi atau pelayanan yaitu :
a. Mengembangkan produk yang sudah ada di perusahaan
b. Menemukan produk yang benar – benar baru
c. Mengembangkan produk yang sudah ada tetapi belum diproduksi perusahaan

Contoh hasil inovasi seperti :
– Perkembangan berbagai computer dan notebook
– Perkembangan berbagai telepon genggam
– Perkembangan berbagai kemasan produk
– Perkembangan berbagai alat rumah tangga

Conny Setiawan (1984), menjelaskan bahwa kreativitas itu adalah sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru. Dengan perkataan lain, kreativitas itu adalah sebagai berikut:
•Kreativitas adalah kemampuan untuk mebuat kombinasi-kombinasi baru atau melihat hubungan-hubungan baru antara unsur, data, dan variabel yang sudah ada sebelumnya
•Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Motivasi berasal dari kata motip yaitu suatu rasa yang bisa menggerakkan seseorang untuk melakukan suatu hal. Apabila dilakukan,motip akan menjadi suatu motivasi yaitu dorongan dari motip seseorang untuk melakukan hal – hal yang diinginkan. Dengan kata lain motivasi itu adalah sesuatu perangsang dan pendorong bagi wirausaha agar dapat mengembangkan semangat kerjanya.

Strategi kewirausahaan adalah pola sasaran, maksud atau tujuan dan kebijakan serta rencana-rencana penting untuk mencapai tujuan itu, yang dinyatakan dengan cara seperti menetapkan bisnis yang dianut atau yang akan dianut oleh perusahaan, dan jenis atau akan menjadi apa perusahaan ini.
Keunggulan bersaing Adalah jantung kinerja pemasaran untuk menghadapi persaingan. Keunggulan bersaing diartikan sebagai strategi benefit dari perusahaan yang melakukan kerjasama untuk menciptakan keunggulan bersaing yang lebih efektif dalam pasarnya. Strategi ini harus didesain untuk mewujudkan keunggulan bersaing yang terus menerus sehingga perusahaan dapat mendominasi baik dipasar maupun pasarbaru.

Strategi kewirausahaan
1.Menyangkut pengembangan keterampilan untuk menanggapi peluang yang diciptakan oleh perusahaan yang berada di pasar pertama.
2.Perubahan karakteristik produk, pasar, atau industri yang berbasis pada inovasi.
a)Menciptakan manfaat
b)Meningkatkan nilai inovasi.
c)Beradaptasi dengan lingkungan sosial ekonomi pelanggan.
d)Menyajikan apa yang dianggap bernilai oleh pelanggan.

Strategi bagi Pemimpin Pasar
1.Bersikap menyerang dan agresif untuk mempertahankan pangsa pasar.
2.Bersikap bertahan dan tidak terlalu agresif.
3.Tidak boleh ada anggapan bahwa perusahaan yang berhasil tidak memiliki tantangan.

Strategi bagi Bukan Pemimpin Pasar
1.Secara agresif menggunakan kompetensi terbaiknya untuk meraih peluang pasar sehingga tidak tertandingi oleh pesaing.
2.Mengembangkan strategi sebagai follower leader.

Orientasi kewirausahaan meningkatkan hubungan antara ilmu berbasis sumber daya, seperti pemasaran dan kemampuan teknologi dan kinerja usaha kecil.
Menurut Kasmir dan Jakfar (2003), Kelayakan Bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara, mendalam tentang suatu kegiatan atau uasaha yang akan di jalankan, tujuan utama dilakukan studi kelayakan bisnis ini tentunya yang akan berdiri bisa berjalan sesuai harapan, baik dalam jangka pendek atau panjang serta untuk mengukur seberapa besar potensi usaha tersebut baik dalam situasi mendukung maupun situasi yang tidak mendukung.

Persiapan Sebelum Menjalankan Studi Kelayakan Bisnis
1.Pengumpulan data dan informasi
2.Pengolahan data
3.Analisis data
4.Pengambilan keputusan

Tahapan Studi Kelayakan Bisnis
1. Penemuan Ide Proyek
2. Tahap Penelitian
3. Tahap Evaluasi Proyek
4. Tahap Pengurutan
5. Tahap Rencana Pelaksanaan
6. Tahap Pelaksanaan

Hasil studi kelayakan bisnis berupa dokumentasi lengkap dalam bentuk tertulis yangdiperlihatkan bagaimana rencana bisnis memiliki nilai-nilai positif bagi aspek-aspek yang diteliti, sehingga akan dinyatakan sebagai proyek bisnis yang layak.

Ruang Lingkup Studi Kelayakan Bisnis
•Aspek hukum
•Aspek sosial ekonomi dan budaya
•Aspek pasar dan pemasaran
•Aspek teknis dan teknologi
•Aspek manajemen
•Aspek keuangan
•Aspek Dampak Lingkungan eksternal

Etika ialah suatu studi mengenai yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan seseorang. Keputusan etika ialah suatu hal yang benar mengenai perilaku standar. Etika bisnis mencakup hubungan antara perusahaan dengan orang yang menginvestasi uangnya dalam perusahaan, dengan konsumen, pegawai kreditur, saingan dan sebagainya.

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”

Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
Konsumerisme adalah gerakan protes dari para konsumen atau masyarakat, karena perlakuan para pengusaha/wirausaha yang kurang baik dalam melayani konsumen.

Hak-hak konsumen:
Hak untuk memilih, jangan hanya ditawarkan komoditi satu jenis saja, tanpa ada pilihan
– Konsumen berhak memperoleh informasi dari produsen, terhadap barang yang akan dibeli, baik mengenai bahan, cara pemakaian, daya tahan, dsb.
– Jika ada keluhan konsumen, harus didengar. Jika ada tuntutan konsumen harus segera diperhatikan oleh produsen
– Apabila konsumen menggunakan produk, harus dijaga keselamatan konsumen, jangan sampai barang yang telah dibeli membahayakan konsumen terutama dalam hal mainan anak – anak , atau obat.

Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

Pengertian Manajemen sendiri adalah proses perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan terhadap upaya-upaya yang dilakukan anggota organisasi dan penggunaan segala macam sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi. (James A.F.Stoner, 1992:8).

Kewirausahaan adalah proses kemanusiaan (human process) yang berkaitan dengan kreativitas dan inovasi dalam memahami peluang, mengorganisasi sumber-sumber, mengelola sehingga peluang itu terwujud menjadi suatu usaha yang mampu menghasilkan laba atau nilai untuk jangka waktu yang lama.

Manajemen kewirausahaan menyangkut semua kekuatan perusahaan yang menjamin bahwa usahanya betul-betul eksis. Bila usaha baru ingin berhasil, maka wirausaha harus memiliki empat kompetensi, di antaranya:
(1) Fokus pada pasar, bukan pada teknologi.
(2) Buat ramalan pendanaan untuk menghindari tidak terbiayainya perusahaan.
(3) Bangun tim manajemen, bukan menonjolkan perorangan (not a “one-person” show).
(4)Beri peran tertentu, khusus bagi wirausaha penemu.

Dalam melakukan strategi usahanya, wirausaha biasanya menggunakan salah satu strategi dan empat strategi, sebagai berikut:
(1) Berada pertama di pasar dengan produk dan jasa baru.
(2) Posisikan produk dan jasa baru tersebut pada relung pasar (niche market) yang tidak terlayani.
(3) Fokuskan barang dan jasa pada relung yang kecil tetapi bisa bertahan.
(4) Mengubah karakteristik produk, pasar atau industri

Ada beberapa keputusan strategis yang diperlukan dalam kondisi pertumbuhan, yaitu:
(1) Perubahan produk barang dan jasa
(2) Strategi yang menyangkut penetrasi pasar, ekspansi pasar, diversifikasi produk dan jasa, integrasi regional, atau ekspansi usaha.
(3) Kemampuan untuk memperoleh modal investasi dalam rangka penelitian dan pengembangan, proses produksi dan penggantian peralatan, dan dalam rangka penambahan sumber daya manusia.

Suatu blue print yang berisikan tentang misi usaha, usulan usaha, operasional usaha, rincian finansial, strategi usaha, peluang pasar yang mungkin diperoleh, dan kemampuan serta keterampilan pengelolanya

Fungsi perencanaan usaha
•Sebagai pedoman untuk mencapai tujuan keberhasilan manajemen usaha
•Sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan modal dari pihak luar.

Unsur-unsur perencanaan usaha
•Ringkasan eksekutif(tujuan, usulan sinancial, permintaan dana, penggunaan dana dan cara pengembaian dana)
•Pernyataan misi
•Lingkungan usaha ,dll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s